raja singa
Mungkin sebagian besar orang masih awam jika mendengar penyakit raja singa, lalu apakah penyakit raja singa itu? Ya penyakit raja singa ataupun penyakit sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual dan diketahui cara penyebarannya adalah melalui berbagai macam aktivitas seksual seperti seks vaginal, anal maupun seks oral.

Meskipun penyakit ini menyebar dari luka, namun sebagian besar luka tersebut tidak dikenali dan seseorang yang terinfeksi sering tidak menyadari bahwa mereka telah menularkan penyakit raja singa kepada pasangan seksualnya, sehingga sangat disarankan ke dua pasangan diobati secara bersamaan dengan alasan menghentikan penyebaran infeksi tersebut.

Diketahui penyakit raja singa ini disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama Treponema pallidum. Dan biasanya penyakit ini bisa diobati terutama jika tertular sejak dini. Namun jika segera diobati maka tidak akan hilang dengan sendirinya, sehingga siapa pun yang khawatir terinfeksi harus mencari bantuan medis sesegera mungkin.

Waspada, Ini Gejala Raja Singa Pada Pria dan Wanita

Sebelum membahas lebih lanjut perlu Anda ketahui bahwa penyakit raja singa ataupun sifilis dikategorikan berdasarkan stadium dengan beragam gejala yang berhubungan dengan setiap tahap dan gejala-gejala tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Gejala Sifilis Primer

Gejala sifilis primer ataupun gejala raja singa yang primer yang pertama adalah:

  1. Munculnya satu atau beberapa luka sifilis yang tidak menyakitkan, berbentuk bulat disebut chancres di bagian mulut atau Miss V atau Mr P
  2. Masa inkubasi chancres sekitar 3 minggu setelah terpapar bakteri.
  3. Setelah chancres berlangsung 3 sampai 6 minggu mungkin gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya akan tetapi perawatan sangat diperlukan untuk mencegah penyakit raja singa ini berlanjut ke fase berikutnya.

Gejala Sifilis Sekunder

Gejala sifilis sekunder ataupun gejala raja singa sekunder selanjutnya adalah sebagai berikut:

  1. Timbul ruam di kulit, biasanya ruam tersebut akan muncul di telapak tangan atau bagian bawah kaki dan ruam ini bisa timbul seperti warna merah, atau merah coklat.
  2. Terdapat luka di mulut, anal, dan kelamin seperti kutil.
  3. Terasa sakit pada otot, demam, sakit tenggorokan, kelenjar getah bening membengkak, rambut mengalami kerontokan, sakit kepala, penurunan berat badan, dan merasa kelelahan.

Perlu Anda ketahui juga bahwa gejala sifilis sekunder dapat sembuh sendiri setelah beberapa minggu dan gejala ini bisa kembali lagi pada berbagai waktu selama setahun. Sehingga jika tidak diobati maka sifilis sekunder akan berlanjut ke tahap laten dan akhir.

Sifilis Laten

Tanpa adanya pengobatan maka penyakit sifilis sekunder akan berlanjut ke tahap selanjutnya yaitu sifilis laten. Pada fase ini sifilis berlangsung beberapa tahun, akan terdiri dari tubuh yang menyimpan penyakit tanpa ada gejala sifilis

Meskipun tidak ada gejala raja singa selama fase ini, penyakit ini kadang dapat berkembang menjadi stadium akhir sifilis (yaitu sifilis tersier), atau gejalanya mungkin tidak akan pernah kembali.

Sifilis Tersier

Tahukah Anda bahwa sekitar 15-30 % sifilis yang tidak diobati akan berkembang menjadi sifilis tersier, dan biasanya sifilis tersier terjadi 10-30 tahun setelah seseorang terinfeksi.

Gejala tahap ini meliputi kesulitan dalam mengkoordinasikan otot, mengalami mati rasa, kebutaan, demensia, kerusakan pada jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian dan yang lebih mengerikan adalah mengalami kematian kadang terjadi karena kerusakan organ.

Sifilis Kongenital

Sifilis kongenital ataupun sifilis yang biasanya dialami oleh ibu hamil ditularkan melalui infeksi yang ditularkan dari ibu ke anaknya yang belum lahir melalui plasenta, dan juga selama proses persalinan.

Kebanyakan bayi yang baru lahir dengan sifilis tidak menunjukkan gejala, namun gejalanya bisa meliputi ruam, tuli, kelainan gigi pada bayi, dan jatuhnya tulang hidung atau disebut sebagai pelana hidung.